FIFA kembali memadukan musik dan sepak bola dalam skala global lewat perilisan “Goals”, single resmi yang akan menjadi bagian penting dari atmosfer Piala Dunia 2026. Lagu ini mempertemukan tiga bintang internasional, Lisa, Anitta, dan Rema, dalam kolaborasi lintas budaya yang menonjolkan semangat percaya diri, ambisi, dan perjuangan meraih pencapaian besar.
Peluncuran “Goals” menandai langkah FIFA menghadirkan identitas musikal yang lebih beragam menjelang pesta sepak bola terbesar dunia pada 2026. Lagu tersebut melengkapi deretan musisi internasional yang lebih dulu diumumkan sebagai bagian dari rangkaian musik resmi turnamen, termasuk Shakira, Elyana, dan Jelly Roll.
Tidak sekadar menjadi anthem olahraga, “Goals” dibangun dengan narasi yang dekat dengan generasi muda global. Tema utamanya berbicara tentang keberanian mengejar mimpi, kerja keras, dan penghargaan terhadap pencapaian diri sendiri. Kata “goals” dalam lagu ini tidak hanya dimaknai sebagai gol dalam sepak bola, tetapi juga simbol target hidup yang diperjuangkan dengan konsisten.
Kolaborasi Lintas Budaya dalam Satu Lagu
Keunikan “Goals” terasa dari perpaduan warna musik dan bahasa yang digunakan. Lagu tersebut tidak hanya memakai bahasa Inggris, tetapi juga memasukkan lirik berbahasa Spanyol dan Portugis yang dibawakan Anitta. Sentuhan itu memperkuat nuansa global yang ingin dihadirkan FIFA pada Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Utara.
Sementara itu, Rema menghadirkan energi berbeda lewat bagian rap bernuansa maskulin dan penuh determinasi. Lirik yang ia bawakan menyoroti ambisi memecahkan rekor, bertarung dalam tekanan, hingga dorongan untuk menjadi juara melalui usaha sendiri. Kombinasi vokal Lisa, karakter Latin Anitta, dan rap khas Afrika milik Rema membuat “Goals” terasa modern sekaligus inklusif.
Rencananya, lagu tersebut akan dibawakan secara langsung pada upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di SoFi Stadium, Los Angeles, pada 12 Juni 2026. Penampilan itu diprediksi menjadi salah satu momen hiburan paling dinanti sebelum turnamen resmi dimulai.
Tradisi Musisi Korea di Panggung Piala Dunia
Kehadiran Lisa juga memperpanjang keterlibatan musisi Korea Selatan dalam sejarah musik Piala Dunia. Pada edisi sebelumnya di Qatar 2022, Jungkook tampil memukau lewat lagu “Dreamers” bersama penyanyi Qatar, Fahad Al Kubaisi, saat seremoni pembukaan berlangsung.
Sebelumnya, grup TVXQ sempat merilis “Fighting Spirit of the East” pada 2006 sebagai lagu dukungan untuk tim nasional Korea Selatan. Meski bukan theme song resmi FIFA, lagu tersebut mendapat respons luas dari penggemar sepak bola internasional.
Nama lain seperti PSY juga pernah meramaikan atmosfer Piala Dunia lewat “We Are the One” pada 2006. Tradisi itu berlanjut ketika Super Junior membawakan “Victory Korea” untuk mendukung tim nasional Korea Selatan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Pada tahun yang sama, kolaborasi antara BIGBANG dan atlet seluncur indah Korea Selatan Kim Yuna melalui lagu “The Shouts of Reds” turut menjadi simbol kuat dukungan budaya pop terhadap sepak bola nasional.
Kini, lewat “Goals”, FIFA tidak hanya menghadirkan lagu penyemarak turnamen, tetapi juga memperlihatkan bagaimana musik mampu menyatukan identitas budaya berbeda dalam satu panggung global yang sama. (*)







