Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah menuju sistem transportasi publik modern yang terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya tersebut kini mulai mendapat panggung internasional setelah inovasi layanan Trans Jatim dan pengembangan transportasi cerdas diperkenalkan dalam China International ITS Industry Expo 2026 di Xiamen, Tiongkok.
Keikutsertaan Pemprov Jatim dalam forum transportasi internasional yang berlangsung pada 12 hingga 15 Mei 2026 itu menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring kerja sama global sekaligus membuka peluang investasi di sektor transportasi dan logistik daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, hadir bersama jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim untuk memperkenalkan berbagai inovasi layanan transportasi publik yang telah dikembangkan pemerintah daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan Trans Jatim berbasis skema Buy The Service (BTS).
Menurut Nyono, Trans Jatim kini berkembang menjadi moda transportasi andalan masyarakat karena menawarkan layanan yang nyaman, terjangkau, dan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah strategis. Koridor layanan yang sebelumnya terkonsentrasi di kawasan Gerbangkertosusila kini terus diperluas hingga menjangkau Malang Raya.
Lebih dari sekadar layanan bus antarkota, Trans Jatim juga mulai mengadopsi sistem transportasi berbasis teknologi digital. Integrasi pembayaran non tunai, pemanfaatan sistem informasi real time, hingga penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian dari transformasi layanan yang tengah dikembangkan.
Perluas Fungsi Transportasi Publik

Dalam forum tersebut, Pemprov Jatim juga memperkenalkan TRADISI atau Transjatim Ekspedisi, sebuah layanan distribusi barang yang memanfaatkan jaringan operasional Trans Jatim. Inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pengiriman logistik yang lebih cepat, aman, dan ekonomis di kawasan Gerbangkertosusila.
Konsep tersebut dinilai menjadi terobosan baru dalam optimalisasi transportasi publik. Tidak hanya melayani mobilitas penumpang, jaringan transportasi daerah kini mulai diarahkan untuk mendukung efisiensi distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan perubahan paradigma pembangunan transportasi di Jawa Timur yang tidak lagi berorientasi semata pada mobilitas, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi regional berbasis konektivitas.
Bidik Investasi Infrastruktur Pelabuhan
Selain sektor transportasi darat, Pemprov Jatim turut menawarkan peluang investasi di bidang transportasi laut dan pengembangan pelabuhan modern. Infrastruktur logistik dan sistem pelabuhan dinilai menjadi sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan industri serta perdagangan di Jawa Timur.
Potensi tersebut dipromosikan kepada investor internasional melalui berbagai skema pengembangan terminal, digitalisasi layanan pelabuhan, hingga pembangunan sistem transportasi cerdas yang terintegrasi.
Partisipasi Jawa Timur dalam CITSE 2026 menjadi sinyal kuat bahwa daerah kini semakin aktif membangun kolaborasi global untuk mempercepat transformasi transportasi publik. Di tengah kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, inovasi berbasis teknologi dan investasi infrastruktur diyakini menjadi kunci menghadirkan layanan transportasi yang lebih efisien, inklusif, dan ramah masa depan. (*)







