riview.id
  • HOME
  • Ri News
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Ri Eksplore
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Ri Kreatif
  • Ri Life
  • RiView Talk
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO
No Result
View All Result
riview.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Membaca Nyaring Dinilai Jadi Kunci Bangun Literasi Anak Sejak Dini

redaksi riview by redaksi riview
14 Mei 2026 08:10
in Pendidikan
0
Membaca Nyaring Dinilai Jadi Kunci Bangun Literasi Anak Sejak Dini

Kegiatan lokakarya membaca nyaring yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta mendorong penguatan budaya literasi anak sejak usia dini. (Foto: kemendikdasmen/Shaka)

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah derasnya paparan gawai pada anak-anak, kebiasaan sederhana membacakan buku dengan suara keras kembali mendapat perhatian serius. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen mendorong budaya membaca nyaring sebagai langkah membangun generasi yang lebih literat, kritis, dan dekat dengan buku sejak usia dini.

Kesadaran itu diwujudkan melalui Lokakarya Membaca Nyaring bertema “Membaca Buku Menumbuhkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang digelar di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Buku Nasional 2026 tersebut diikuti 130 peserta dari 31 sekolah TK dan SD, terdiri atas guru, koordinator kelas, hingga perwakilan orang tua.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menilai gerakan membaca nyaring semakin relevan di tengah menurunnya minat baca masyarakat dan tingginya penggunaan perangkat digital pada anak-anak.

Menurutnya, anak-anak saat ini menghadapi tantangan besar akibat dominasi gawai dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat budaya membaca perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih hangat, menyenangkan, dan melibatkan kedekatan emosional antara anak dengan orang tua maupun guru.

“Anak-anak yang tumbuh bersama buku akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih terbuka, rasa ingin tahu yang lebih tinggi, serta kemampuan berkomunikasi dan berempati yang lebih baik,” kata Masmidah.

Literasi Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Masmidah menekankan bahwa budaya membaca tidak lahir secara instan. Anak membutuhkan contoh nyata, pendampingan, dan suasana yang membuat aktivitas membaca terasa menyenangkan, bukan sekadar kewajiban akademik.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjadikan gerakan literasi sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, semakin banyak ruang membaca dan waktu berkualitas yang dihadirkan untuk anak, semakin besar peluang tumbuhnya generasi yang gemar belajar dan berpikir kritis.

Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menyebut lokakarya tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah, khususnya gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang salah satu fokusnya adalah membangun kebiasaan membaca.

Sekolah dan Orang Tua Perlu Bergerak Bersama

Dalam kegiatan itu, para peserta juga dibekali metode read aloud atau membaca nyaring yang efektif dan interaktif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu guru dan orang tua menciptakan pengalaman membaca yang lebih hidup sehingga anak merasa dekat dengan buku sejak dini.

Marlina menjelaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Kolaborasi antara guru dan keluarga menjadi faktor penting agar kebiasaan membaca dapat tumbuh secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari anak.

Sementara itu, Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Muhammad Yusro, menilai pembiasaan membaca memiliki peran besar dalam meningkatkan kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis di era digital.

Ia menegaskan bahwa di tengah banyaknya distraksi teknologi, pendekatan kreatif dan menyenangkan menjadi cara paling efektif untuk menjaga minat baca anak tetap tumbuh. Karena itu, orang tua dan guru didorong menjadikan kegiatan membaca sebagai rutinitas sederhana yang dilakukan setiap hari bersama anak-anak.

“Dari kebiasaan kecil itulah akan lahir perubahan besar,” ujar Yusro. (*)

Tags: KemendikdasmenLiterasi AnakMembaca Nyaring
Previous Post

Guardiola: City Mulai Dihantui Kelelahan, Hanya Bisa Menunggu Arsenal Terpeleset

Next Post

Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

Next Post
edit post
Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

edit post
Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

14 Mei 2026 08:28
edit post
Puncak Haji Dimulai, Jemaah Haji Indonesia Bersiap Bergerak ke Arafah

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Haji Indonesia Bersiap Bergerak ke Arafah

25 Mei 2026 01:00
edit post
Garuda Calling! Kombinasi Talenta Muda dan Bintang Diaspora Timnas

Garuda Calling! Kombinasi Talenta Muda dan Bintang Diaspora Timnas

23 Mei 2026 02:07
edit post
Pelatih Brasil Carlo Ancelotti

Brasil Waspadai Ketajaman Haaland, Ancelotti Pastikan Timnya Siap Hadapi Norwegia

5 Juli 2026 19:46
edit post
Spanyol Singkirkan Portugal, Gol Dramatis Merino Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia 2026

Spanyol Singkirkan Portugal, Gol Dramatis Merino Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia 2026

7 Juli 2026 06:05
edit post
Mesir Nyaris Ciptakan Kejutan! Comeback Epik Argentina Antar ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Mesir Nyaris Ciptakan Kejutan! Comeback Epik Argentina Antar ke Perempat Final Piala Dunia 2026

8 Juli 2026 05:03
edit post
Mengenal Selat Solo, Kuliner Legendaris yang Kaya Sejarah dan Rasa

Mengenal Selat Solo, Kuliner Legendaris yang Kaya Sejarah dan Rasa

26 Mei 2026 13:46

Gubernur Khofifah Ajak Organda Perkuat Transportasi untuk Kedaulatan Pangan

13 Mei 2026 07:54

BYD Percepat Dominasi Mobil Listrik Global Lewat Denza D9

20 April 2026 13:37

Sering Dianggap Lebih Sehat, Benarkah Kentang Lebih Aman daripada Nasi untuk Gula Darah?

8 Juli 2026 19:56

ORADO Jatim Apresiasi Turnamen Domino Jurnalis Pertama Kali Digelar DI Surabaya

25 Agustus 2026 21:26

Tiban Sodo Purwo Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya di Banyuwangi

16 Mei 2026 17:03

Drama Adu Penalti, Swiss Hentikan Kolombia dan Siap Hadapi Argentina

8 Juli 2026 06:36

BTS Konser 2 Hari di GBK, Ini Harga Tiket dan Jadwal War Resminya

22 Mei 2026 15:02

Motorola Razr 2026 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat Global

14 Mei 2026 11:23

Spanyol Singkirkan Portugal, Gol Dramatis Merino Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia 2026

7 Juli 2026 06:05
riview.id

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi

Pilihan

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang RiView.id

Media Sosial

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi