riview.id
  • HOME
  • Ri News
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Ri Eksplore
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Ri Kreatif
  • Ri Life
  • RiView Talk
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO
No Result
View All Result
riview.id
No Result
View All Result

Sudah Ada Sejak Abad ke-10, Pecel Jadi Kuliner Legendaris Nusantara

redaksi riview by redaksi riview
11 Mei 2026 03:27
in Kuliner
0
0
SHARES
16
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah gempuran makanan modern dan tren kuliner global, pecel tetap bertahan sebagai salah satu hidangan tradisional paling dicintai masyarakat Indonesia. Kuliner berbahan dasar sayuran rebus dan sambal kacang ini ternyata memiliki sejarah panjang yang membentang lebih dari seribu tahun.

Jejak pecel disebut sudah ada sejak tahun 901 Masehi. Bukti keberadaannya tercatat dalam Prasasti Taji di Ponorogo dan Prasasti Siman di Kediri. Fakta tersebut menjadikan pecel bukan sekadar makanan rakyat, melainkan bagian penting dari warisan budaya kuliner Nusantara.

Dalam Prasasti Taji, istilah pecel merujuk pada teknik pengolahan makanan dengan cara ditumbuk atau dihancurkan. Penjelasan itu masih relevan hingga sekarang karena bumbu pecel dibuat dari kacang tanah yang dihaluskan menggunakan cobek atau ulekan tradisional.

Sementara itu, Prasasti Siman menyebut pecel sebagai salah satu hidangan yang disajikan pada masa tersebut. Penyebutan serupa juga ditemukan dalam karya sastra Jawa Kuno seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Centhini, memperkuat posisi pecel sebagai bagian dari identitas kuliner masyarakat Jawa sejak berabad-abad lalu.

Kuliner Sederhana dengan Nilai Gizi Tinggi

Selain kaya sejarah, pecel juga dikenal sebagai makanan sehat yang sarat serat dan nutrisi. Aneka sayuran rebus seperti kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, hingga daun kenikir menjadi komponen utama dalam satu porsi pecel.

Bumbu kacangnya yang gurih memberikan kombinasi rasa khas sekaligus menjadi sumber protein nabati yang cukup baik. Tak heran jika pecel masih menjadi menu sarapan favorit di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa.

Menariknya, setiap daerah memiliki karakter pecel yang berbeda. Perbedaan bumbu, pendamping, hingga teknik penyajian menghadirkan kekayaan rasa yang mencerminkan budaya lokal masing-masing.

Pecel Madiun hingga Pecel Semanggi Punya Identitas Kuat

Pecel Madiun dikenal lewat aroma daun jeruk yang segar dengan tekstur sambal kacang yang sedikit kasar. Biasanya pecel ini disajikan bersama lempeng atau kerupuk puli serta tambahan daun kemangi yang memperkuat aroma.

Sementara Pecel Blitar memiliki cita rasa kencur yang lebih dominan. Tekstur bumbunya lebih lembut dan sedikit berminyak, dipadukan dengan rempeyek kacang lebar yang renyah sebagai pelengkap wajib.

Berbeda lagi dengan Pecel Kediri yang terkenal dengan rasa lebih ringan dan seimbang. Keunikan pecel ini terletak pada sambal tumpang berbahan tempe semangit yang menjadi topping khas dalam penyajiannya.

Di Tulungagung, masyarakat mengenal Pecel Punten, yaitu perpaduan pecel dengan punten atau nasi gurih berbahan santan yang ditumbuk hingga padat dan lembut.

Pecel Semanggi hingga Pecel Pitik Jadi Simbol Kekayaan Rasa

Kota Surabaya memiliki Pecel Semanggi yang menggunakan daun semanggi dan kangkung sebagai bahan utama. Yang membuatnya unik, bumbu pecel ini dibuat dari campuran ketela rambat yang ditumbuk sehingga menghasilkan rasa khas yang berbeda dari pecel lainnya.

Kuliner ini bahkan disebut sebagai salah satu makanan favorit Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Sementara di Banyuwangi, masyarakat Osing memiliki Pecel Pitik yang menghadirkan sensasi berbeda. Pecel ini dibuat dari ayam kampung muda yang dipanggang, disuwir, lalu dicampur parutan kelapa muda berbumbu khas.

Keberagaman jenis pecel menunjukkan bahwa satu nama kuliner bisa berkembang menjadi banyak identitas rasa tanpa kehilangan akar tradisinya.

Warisan Kuliner yang Tetap Relevan

Di era modern, pecel tidak hanya bertahan sebagai makanan tradisional, tetapi juga berkembang menjadi simbol gaya hidup sehat dan sederhana. Kombinasi sayuran segar, bumbu alami, serta cita rasa khas membuatnya tetap relevan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan bernutrisi.

Lebih dari sekadar menu sarapan, pecel menjadi bukti bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki sejarah panjang, kekayaan rasa, dan nilai budaya yang layak terus diwariskan lintas generasi. (*)

Previous Post

Protein Jadi Kunci Energi dan Massa Otot, Pakar Ingatkan Pentingnya Konsumsi Seimbang

Next Post

Lebih dari 132 Ribu Jemaah Indonesia Tiba di Tanah Suci, Operasional Haji Terus Dipantau

Next Post
edit post
Lebih dari 132 Ribu Jemaah Indonesia Tiba di Tanah Suci, Operasional Haji Terus Dipantau

Lebih dari 132 Ribu Jemaah Indonesia Tiba di Tanah Suci, Operasional Haji Terus Dipantau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

edit post
BTS Konser 2 Hari di GBK, Ini Harga Tiket dan Jadwal War Resminya

BTS Konser 2 Hari di GBK, Ini Harga Tiket dan Jadwal War Resminya

22 Mei 2026 15:02
edit post
Ancaman Siber Meningkat, Bersihkan Jejak Digital untuk Kurangi Risiko Peretasan

Ancaman Siber Meningkat, Bersihkan Jejak Digital untuk Kurangi Risiko Peretasan

11 Mei 2026 02:40
edit post
HGI dan Polda Sumbar menggelar seminar literasi digital di Padang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap risiko dunia online.

Kolaborasi HGI dan Polda Sumbar Dorong Ruang Digital Lebih Sehat

13 Mei 2026 09:39
edit post
Korea Selatan bangkit dari ketertinggalan dan menaklukkan Republik Ceko 2-1 untuk membuka langkah positif di Piala Dunia 2026.

Korea Selatan Bangkit dan Raih Kemenangan Dramatis di Laga Perdana Piala Dunia 2026

12 Juni 2026 11:31
edit post
Google Translate menghadirkan fitur latihan pengucapan berbasis AI untuk membantu pengguna melatih pelafalan bahasa asing secara interaktif.

Belajar Bahasa Makin Mudah, Google Translate Punya Fitur Pengucapan Baru

14 Mei 2026 10:27
edit post
Gubernur Khofifah saat membuka Musda IX periode 2026-2031 DPD Organda Jatim di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (12/5/2026). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

Gubernur Khofifah Ajak Organda Perkuat Transportasi untuk Kedaulatan Pangan

13 Mei 2026 07:54
edit post
Pep Guardiola mengakui jadwal padat mulai memengaruhi kondisi fisik skuad Manchester City di akhir musim.

Guardiola: City Mulai Dihantui Kelelahan, Hanya Bisa Menunggu Arsenal Terpeleset

14 Mei 2026 07:15

Hantavirus Mulai Diwaspadai, MPR Minta Edukasi Publik Diperkuat

14 Mei 2026 01:24

Meta Gunakan AI untuk Deteksi Usia Pengguna Facebook dan Instagram

14 Mei 2026 09:31

Mengenal Selat Solo, Kuliner Legendaris yang Kaya Sejarah dan Rasa

26 Mei 2026 13:46

BYD Atto 3 Baru Hadir dengan Flash Charging 5 Menit

28 April 2026 06:41

Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

14 Mei 2026 08:28

Protein Jadi Kunci Energi dan Massa Otot, Pakar Ingatkan Pentingnya Konsumsi Seimbang

11 Mei 2026 03:21

Selandia Baru Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Kombinasi Senior dan Talenta Baru

16 Mei 2026 07:40

Garuda Calling! Kombinasi Talenta Muda dan Bintang Diaspora Timnas

23 Mei 2026 02:07

Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi Ekonomi demi Kedaulatan dan Kesejahteraan

20 Mei 2026 18:53
riview.id

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi

Pilihan

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang RiView.id

Media Sosial

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi