Belajar bahasa asing kini tidak lagi sebatas menerjemahkan teks. Google Translate mulai menghadirkan fitur latihan pengucapan berbasis kecerdasan buatan atau AI yang memungkinkan pengguna melatih kemampuan berbicara secara langsung dengan umpan balik instan.
Google Translate Perluas Fungsi Jadi Alat Belajar Bahasa
Dilansir dari TechCrunch, fitur terbaru ini dirancang untuk membantu pengguna memperbaiki artikulasi kata dan frasa dalam berbagai bahasa secara lebih interaktif.
Pengguna cukup membuka menu “Latihan” saat menerjemahkan kata atau kalimat, lalu menekan tombol “Ucapkan” untuk mulai berbicara.
Sistem AI kemudian akan menganalisis suara pengguna secara real-time, memberikan skor pengucapan, serta menunjukkan bagian pelafalan yang masih kurang tepat.
Selain itu, pengguna juga dapat mendengarkan pengucapan yang benar sebagai referensi sebelum mencoba mengulanginya kembali.
Menurut Nick Fox, kemampuan berbicara dan pengucapan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses belajar bahasa baru. Karena itu, fitur ini diharapkan mampu membantu pengguna meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara.
AI Beri Evaluasi Pengucapan Secara Langsung
Saat fitur diaktifkan, Google Translate akan menampilkan panduan fonetik yang memudahkan pengguna mengikuti cara pelafalan yang benar.
Setelah pengguna berbicara, sistem AI akan mengevaluasi pengucapan secara langsung dan memberikan umpan balik otomatis.
Pendekatan ini membuat pengalaman belajar bahasa terasa lebih praktis dan personal. Pengguna tidak hanya menerjemahkan kata, tetapi juga langsung melatih kemampuan berbicara dalam satu aplikasi.
Teknologi semacam ini semakin menunjukkan bagaimana AI mulai mengubah aplikasi penerjemah menjadi platform pembelajaran bahasa yang lebih interaktif.
Dinilai Mirip Duolingo
Fitur baru Google Translate disebut memiliki konsep serupa dengan layanan latihan pengucapan yang sebelumnya populer di Duolingo.
Namun, Google menawarkan keunggulan pada integrasi langsung antara fitur penerjemahan dan latihan pengucapan. Dengan demikian, pengguna bisa langsung mempraktikkan kata atau frasa yang baru diterjemahkan tanpa berpindah aplikasi.
Strategi ini dinilai dapat memperkuat posisi Google Translate sebagai salah satu platform belajar bahasa berbasis AI yang lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari.
Baru Tersedia di Beberapa Negara
Saat ini fitur latihan pengucapan tersebut baru tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat dan India.
Bahasa yang sudah didukung meliputi bahasa Inggris, Spanyol, dan Hindi. Meski masih terbatas, Google diperkirakan akan memperluas dukungan bahasa dan wilayah secara bertahap dalam beberapa waktu mendatang.
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan arah baru teknologi AI di sektor pendidikan digital, di mana aplikasi penerjemah tidak lagi sekadar alat bantu teks, tetapi juga menjadi sarana belajar komunikasi lintas bahasa secara lebih natural. (*)







