riview.id
  • HOME
  • Ri News
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Ri Eksplore
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Ri Kreatif
  • Ri Life
  • RiView Talk
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO
No Result
View All Result
riview.id
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Candi Ijo, Hidden Gem Yogyakarta dengan Sunset dan Sejarah Memukau

redaksi riview by redaksi riview
16 Mei 2026 17:09
in Pariwisata
0
Candi Ijo, Hidden Gem Yogyakarta dengan Sunset dan Sejarah Memukau

Wisatawan menikmati panorama matahari terbenam di Candi Ijo yang berada di kawasan perbukitan Prambanan.

0
SHARES
20
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah deretan destinasi wisata populer Yogyakarta, Candi Ijo hadir menawarkan pengalaman berbeda. Berdiri di atas perbukitan hijau wilayah Sambirejo, Prambanan, candi bercorak Hindu ini memadukan panorama alam, nuansa spiritual, dan jejak sejarah yang masih terjaga hingga kini.

Berada di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut, Candi Ijo dikenal sebagai kompleks candi yang terletak di bukit tertinggi di kawasan Yogyakarta. Lokasinya yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan membuat tempat ini sering disebut sebagai hidden gem oleh wisatawan.

Candi yang diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno sekitar abad ke-9 hingga awal abad ke-10 itu memiliki nilai sejarah penting sebagai tempat ibadah umat Hindu aliran Siwa. Kompleks percandian diyakini berdiri pada masa pemerintahan Raja Dyah Lokapala dari Wangsa Sanjaya.

Nama “Ijo” sendiri berasal dari Bukit Ijo yang mengelilingi kawasan candi. Hamparan hijau perbukitan berpadu dengan udara sejuk menciptakan suasana tenang yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati area situs bersejarah tersebut.

Struktur Unik di Atas Perbukitan

Salah satu daya tarik utama Candi Ijo terletak pada struktur bangunannya yang dibuat bertingkat mengikuti kontur bukit. Tata letak tersebut menghadirkan kesan megah sekaligus sakral, seolah membawa pengunjung menuju area yang lebih tinggi dan suci.

Di area utama berdiri bangunan induk yang menghadap ke arah barat, dikelilingi beberapa candi perwara atau candi pendamping. Relief dan ornamen di dinding candi hingga kini masih terlihat jelas dan terawat dengan baik, memperlihatkan tingginya peradaban arsitektur Hindu masa lampau.

Bagi pencinta sejarah dan fotografi, detail relief yang masih autentik menjadi daya tarik tersendiri. Banyak wisatawan memanfaatkan sudut-sudut candi sebagai latar foto bernuansa klasik dan estetik.

Panorama Sunset Jadi Magnet Wisatawan

Selain nilai sejarahnya, panorama alam dari puncak Candi Ijo menjadi alasan utama wisatawan datang berkunjung. Dari area candi, pengunjung dapat melihat hamparan sawah, permukiman warga, hingga garis pantai selatan saat cuaca cerah.

Menjelang senja, suasana kawasan berubah semakin memukau. Langit jingga yang menyatu dengan siluet bangunan candi menciptakan pemandangan dramatis yang banyak diburu wisatawan dan pemburu konten media sosial.

Tak sedikit pengunjung menyebut Candi Ijo sebagai salah satu spot sunset terbaik di Yogyakarta karena menawarkan perpaduan keindahan alam dan nuansa historis dalam satu tempat.

Tempat Healing Bernuansa Budaya

Suasana yang lebih tenang dibanding destinasi wisata populer lain membuat Candi Ijo cocok dijadikan tempat healing maupun wisata reflektif. Jalan menuju lokasi memang cukup menanjak, namun panorama yang tersaji di puncak dinilai sepadan dengan perjalanan yang ditempuh.

Salah seorang wisatawan mengaku terkesan dengan atmosfer damai yang sulit ditemukan di lokasi wisata lain di Yogyakarta. Menurutnya, udara sejuk dan lingkungan yang masih asri membuat pengalaman berkunjung terasa lebih nyaman dan berkesan.

Pelestarian Jadi Prioritas

Di balik pesonanya, pengelola terus melakukan perawatan rutin untuk menjaga kelestarian situs budaya tersebut. Pembersihan area, perawatan tanaman, hingga pengawasan struktur bangunan dilakukan secara berkala agar kondisi candi tetap terjaga.

Letak candi di kawasan perbukitan juga menjadi tantangan tersendiri karena pengelola harus memastikan kestabilan tanah agar tidak terjadi longsor yang berpotensi merusak bangunan bersejarah.

Pengunjung pun diimbau ikut menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan candi dengan tidak mencoret bangunan maupun merusak area situs sejarah.

Kini, Candi Ijo semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi yang menawarkan pengalaman berbeda di Yogyakarta. Perpaduan nilai sejarah, panorama alam, dan suasana tenang menjadikan tempat ini pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kota Gudeg yang lebih damai dan autentik.

Informasi Wisata Candi Ijo

Lokasi: Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
Jam Operasional: 06.00–17.30 WIB

Tags: Candi IjoWisata SejarahWisata Yogyakarta
Previous Post

Tiban Sodo Purwo Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya di Banyuwangi

Next Post

Dishub Jatim Bawa Transformasi Trans Jatim ke Forum Transportasi Dunia

Next Post
edit post
Dishub Jatim Bawa Transformasi Trans Jatim ke Forum Transportasi Dunia

Dishub Jatim Bawa Transformasi Trans Jatim ke Forum Transportasi Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

edit post
BYD Atto 3 terbaru hadir dengan teknologi flash charging ultra cepat dan desain crossover listrik yang lebih modern.

BYD Atto 3 Baru Hadir dengan Flash Charging 5 Menit

28 April 2026 06:41
edit post
Google Translate menghadirkan fitur latihan pengucapan berbasis AI untuk membantu pengguna melatih pelafalan bahasa asing secara interaktif.

Belajar Bahasa Makin Mudah, Google Translate Punya Fitur Pengucapan Baru

14 Mei 2026 10:27
edit post
Eddy Soeparno menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi pusat pengembangan CCS Asia-Pasifik dalam forum Asia Carbon Capture 2026 di Kuala Lumpur.

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Jadi Pusat CCS Asia-Pasifik

14 Mei 2026 00:38
edit post
Setelah Madinah, Fokus Layanan Haji Indonesia Kini Mengarah ke Armuzna

Setelah Madinah, Fokus Layanan Haji Indonesia Kini Mengarah ke Armuzna

16 Mei 2026 16:41
edit post
Putusan MK Soal Sekolah Swasta Gratis Berlaku, DPRD Jatim Minta Regulasi Segera Disiapkan

Putusan MK Soal Sekolah Swasta Gratis Berlaku, DPRD Jatim Minta Regulasi Segera Disiapkan

8 Juli 2026 19:44
edit post
Belgia Menggila, Amerika Serikat Tersingkir 4-1 di Piala Dunia 2026

Belgia Menggila, Amerika Serikat Tersingkir 4-1 di Piala Dunia 2026

7 Juli 2026 10:07
edit post
Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

14 Mei 2026 08:28

Dua Laga Penutup 16 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Hadapi Mesir, Swiss Melawan Kolombia

7 Juli 2026 21:02

Motorola Razr 2026 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat Global

14 Mei 2026 11:23

Presiden Prabowo Minta Bunga Kredit PNM Turun di Bawah 9 Persen

14 Mei 2026 01:56

Kolaborasi HGI dan Polda Sumbar Dorong Ruang Digital Lebih Sehat

13 Mei 2026 09:39

HGI dan Polda Sumbar Ingatkan Bahaya Pola Digital Tak Sehat

13 Mei 2026 09:35

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Jadi Pusat CCS Asia-Pasifik

14 Mei 2026 00:38

Belajar Bahasa Makin Mudah, Google Translate Punya Fitur Pengucapan Baru

14 Mei 2026 10:27

BTS Konser 2 Hari di GBK, Ini Harga Tiket dan Jadwal War Resminya

22 Mei 2026 15:02

Tiban Sodo Purwo Hidupkan Semangat Pelestarian Budaya di Banyuwangi

16 Mei 2026 17:03
riview.id

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi

Pilihan

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang RiView.id

Media Sosial

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi