riview.id
  • HOME
  • Ri News
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Ri Eksplore
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Ri Kreatif
  • Ri Life
  • RiView Talk
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO
No Result
View All Result
riview.id
No Result
View All Result
Home Politik

Eddy Soeparno Dorong Indonesia Jadi Pusat CCS Asia-Pasifik

redaksi riview by redaksi riview
14 Mei 2026 00:38
in Politik
0
Eddy Soeparno menyampaikan kesiapan Indonesia menjadi pusat pengembangan CCS Asia-Pasifik dalam forum Asia Carbon Capture 2026 di Kuala Lumpur.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (Foto: MPR RI)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia mulai memperkuat posisinya dalam peta transisi energi global. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan kesiapan Indonesia menjadi pusat pengembangan Carbon Capture and Storage (CCS) di kawasan Asia-Pasifik dalam forum Asia Carbon Capture 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam forum internasional yang digelar di Crowne Plaza Kuala Lumpur City Centre tersebut, Eddy menekankan bahwa transisi energi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan agenda lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi memperkuat ekonomi nasional dan ketahanan energi jangka panjang.

Menurutnya, Indonesia kini tengah memasuki fase transformasi ekonomi besar dengan target pertumbuhan mencapai 8 persen. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan investasi besar sekaligus perubahan sistem energi menuju model yang lebih berkelanjutan.

“Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Di satu sisi kita memiliki sumber daya energi fosil yang melimpah, tetapi di sisi lain masih menghadapi ketergantungan impor energi, terutama BBM dan LPG,” kata Eddy.

Ia menilai transisi energi harus diposisikan sebagai strategi ekonomi nasional agar Indonesia tidak hanya mampu mengurangi emisi, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi domestik.

Selain memiliki potensi energi terbarukan sekitar 3.600 gigawatt, Indonesia juga dinilai memiliki keunggulan besar dalam pengembangan teknologi CCS.

Eddy menyebut kapasitas penyimpanan karbon Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 600 gigaton CO2. Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara paling potensial di kawasan Asia-Pasifik untuk pengembangan proyek Carbon Capture and Storage maupun Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

“Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat CCS regional. Kapasitas penyimpanan karbon yang besar, posisi geografis strategis, serta meningkatnya kebutuhan dekarbonisasi di Asia menjadikan Indonesia sangat kompetitif untuk kerja sama CCS lintas negara,” jelasnya.

Potensi tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya tekanan global terhadap industri untuk menekan emisi karbon dan mempercepat target net zero emission.

Dalam paparannya, Eddy juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi untuk mempercepat masuknya investasi rendah karbon ke Indonesia.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai memperkuat kebijakan terkait CCS, ekonomi karbon, hingga pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy.

Menurutnya, regulasi yang jelas akan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem investasi hijau yang kompetitif sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global terhadap proyek energi bersih di Indonesia.

Eddy memperkirakan potensi ekonomi karbon Indonesia pada 2030 dapat mencapai 21 miliar dolar AS. Nilai tersebut berasal dari berbagai sektor seperti kehutanan, energi terbarukan, pengelolaan sampah menjadi energi, CCS, hingga CCUS.

Meski memiliki potensi besar, Eddy mengingatkan bahwa pengembangan ekonomi karbon memerlukan tata kelola yang kuat serta koordinasi lintas sektor agar peluang investasi dapat terealisasi secara nyata.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi proyek-proyek energi rendah karbon di Indonesia.

“Potensi besar ini harus diiringi tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor, dan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, serta sektor keuangan agar dapat diterjemahkan menjadi investasi nyata,” katanya.

Menutup keterangannya, Eddy menegaskan Indonesia ingin mengambil peran aktif dalam solusi global menghadapi perubahan iklim tanpa mengabaikan kepentingan ekonomi nasional.

“Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi global terhadap perubahan iklim, sekaligus memastikan bahwa transisi energi memberikan manfaat ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan nasional,” pungkasnya. (*)

Tags: CCS IndonesiaEddy Soeparnotransisi energi
Previous Post

Kolaborasi HGI dan Polda Sumbar Dorong Ruang Digital Lebih Sehat

Next Post

Hantavirus Mulai Diwaspadai, MPR Minta Edukasi Publik Diperkuat

Next Post
edit post
Lestari Moerdijat mendorong peningkatan kewaspadaan dan edukasi publik terkait potensi ancaman penyebaran Hantavirus di Indonesia.

Hantavirus Mulai Diwaspadai, MPR Minta Edukasi Publik Diperkuat

edit post
HGI dan Polda Sumbar menggelar seminar literasi digital di Padang untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap risiko dunia online.

Kolaborasi HGI dan Polda Sumbar Dorong Ruang Digital Lebih Sehat

13 Mei 2026 09:39
edit post
Sudah Ada Sejak Abad ke-10, Pecel Jadi Kuliner Legendaris Nusantara

Sudah Ada Sejak Abad ke-10, Pecel Jadi Kuliner Legendaris Nusantara

11 Mei 2026 03:27
edit post
Seminar HGI bersama Polda Sumbar di Padang membahas dampak sosial dan psikologis aktivitas digital berisiko bagi generasi muda.

HGI dan Polda Sumbar Ingatkan Bahaya Pola Digital Tak Sehat

13 Mei 2026 09:35
edit post
Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

Honda WN7 Tampil Futuristik, Siap Ubah Tren Motor Listrik

14 Mei 2026 08:28
edit post
Gubernur Khofifah saat membuka Musda IX periode 2026-2031 DPD Organda Jatim di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (12/5/2026). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

Gubernur Khofifah Ajak Organda Perkuat Transportasi untuk Kedaulatan Pangan

13 Mei 2026 07:54
edit post
Argentina vs Mesir Piala Dunia 2026

Rekor Berpihak pada Argentina, tetapi Mesir Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

7 Juli 2026 15:27
edit post
Dua Laga Penutup 16 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Hadapi Mesir, Swiss Melawan Kolombia

Dua Laga Penutup 16 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Hadapi Mesir, Swiss Melawan Kolombia

7 Juli 2026 21:02

Mesir Nyaris Ciptakan Kejutan! Comeback Epik Argentina Antar ke Perempat Final Piala Dunia 2026

8 Juli 2026 05:03

BYD Atto 3 Baru Hadir dengan Flash Charging 5 Menit

28 April 2026 06:41

Perdana Digelar, Ketua ORADO Jatim Apresiasi Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026

25 Agustus 2026 21:28

Gubernur Khofifah Ajak Organda Perkuat Transportasi untuk Kedaulatan Pangan

13 Mei 2026 07:54

Hantavirus Mulai Diwaspadai, MPR Minta Edukasi Publik Diperkuat

14 Mei 2026 01:24

Motorola Razr 2026 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat Global

14 Mei 2026 11:23

Daftar 8 Tim Perempat Final Piala Dunia 2026, Empat Laga Panas Siap Tersaji

8 Juli 2026 11:54

ORADO Jatim Apresiasi Turnamen Domino Jurnalis Pertama Kali Digelar DI Surabaya

25 Agustus 2026 21:26

Meta Gunakan AI untuk Deteksi Usia Pengguna Facebook dan Instagram

14 Mei 2026 09:31
riview.id

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi

Pilihan

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang RiView.id

Media Sosial

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi