Memasuki hari ke-21 operasional haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, pergerakan jemaah Indonesia menuju Tanah Suci terus berlangsung intensif. Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 132.057 jemaah telah tiba di Arab Saudi melalui dua gelombang keberangkatan yang berjalan bertahap dari berbagai embarkasi di Indonesia.
Jumlah tersebut berasal dari 341 kelompok terbang atau kloter yang telah diberangkatkan sejak awal musim haji. Arus kedatangan jemaah dipusatkan di dua kota utama, yakni Madinah dan Jeddah, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk menjalani ibadah umrah wajib.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menjelaskan proses perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah masih terus berlangsung secara terorganisasi. Hingga Senin (11/5), sebanyak 240 kloter dengan total 92.767 jemaah telah berada di Makkah.
Menurutnya, fase ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh jemaah dapat menjalani tahapan ibadah dengan tertib dan nyaman sebelum memasuki puncak musim haji.
Gelombang Kedua Mulai Padati Jeddah
Selain pergerakan dari Madinah, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Jeddah juga terus meningkat. Hingga kini, sebanyak 25.541 jemaah dari 67 kloter telah tiba dan langsung diarahkan menuju Makkah.
Pemerintah kembali mengingatkan jemaah gelombang kedua agar sudah mengenakan kain ihram sejak keberangkatan dari embarkasi di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah proses ibadah saat melintasi miqat di perjalanan menuju Makkah.
Di sisi lain, jemaah haji khusus juga mulai berdatangan secara bertahap. Tercatat sebanyak 5.766 jemaah haji khusus telah berada di Arab Saudi dan menjalani agenda ibadah sesuai jadwal masing-masing.
Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Layanan
Besarnya jumlah jemaah yang telah tiba membuat pengawasan layanan kesehatan, akomodasi, dan transportasi terus diperketat. Pemerintah berupaya memastikan seluruh proses berjalan lancar mengingat kondisi cuaca dan aktivitas fisik yang cukup tinggi di Tanah Suci.
Kesiapan jemaah dalam menjaga kondisi tubuh juga menjadi perhatian utama, terutama bagi lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Namun di tengah kelancaran operasional, kabar duka turut menyertai perjalanan ibadah tahun ini. Hingga saat ini, total 24 jemaah Indonesia dilaporkan wafat di Arab Saudi.
Jemaah terbaru yang meninggal dunia adalah Qasiyani Sikito Tarmidi dari kloter KNO-8 asal Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (10/5). Selain itu, sebanyak 67 jemaah lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.
Semangat Ibadah dan Solidaritas Tetap Terjaga
Meski dihadapkan pada tantangan cuaca, kepadatan aktivitas, dan perjalanan panjang, semangat jemaah Indonesia menjalankan ibadah haji tetap tinggi. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, serta saling membantu selama berada di Tanah Suci.
Operasional haji tahun ini juga menjadi momentum memperkuat pelayanan berbasis koordinasi dan keselamatan agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk hingga kembali ke tanah air. (*)







