Sorak puluhan ribu pendukung di Stadion Azteca berubah menjadi energi yang mengangkat langkah Meksiko di panggung terbesar sepak bola dunia. Bermain sebagai tuan rumah sekaligus pembuka turnamen, El Tri menandai awal perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga Grup A.
Hasil ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Bagi Meksiko, kemenangan tersebut menjadi simbol kebangkitan setelah pengalaman mengecewakan pada edisi 2022 ketika mereka gagal melangkah dari fase grup. Kini, di depan publik sendiri dan dalam format baru turnamen yang diikuti 48 negara, Meksiko mengirim pesan bahwa mereka siap bersaing lebih jauh.
Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung menunjukkan intensitas tinggi. Tekanan agresif yang dibangun sejak menit pertama menghasilkan gol cepat pada menit kesembilan melalui penyelesaian Julián Quiñones. Gol itu memicu dominasi yang terus dipertahankan sepanjang pertandingan.
Jiménez Tambah Nilai Historis di Tengah Dominasi Tuan Rumah
Meksiko terus mengendalikan ritme permainan hingga memasuki babak kedua. Momentum kembali berpihak kepada El Tri ketika Raúl Jiménez menyambut umpan silang dan mengubah skor menjadi 2-0 lewat sundulan pada menit ke-66.
Gol tersebut membawa makna khusus bagi penyerang berusia 35 tahun itu. Selain menjadi gol pertamanya dalam tiga edisi Piala Dunia yang diikutinya, catatan tersebut juga mengantarkannya sejajar dengan legenda Meksiko Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah tim nasional. Kini, jaraknya tinggal enam gol dari rekor Javier Hernández.
Pelatih Javier Aguirre menilai anak asuhnya mampu mengelola tekanan yang datang bersama status tuan rumah. Menurutnya, atmosfer laga pembuka Piala Dunia tidak bisa dipahami hanya melalui penjelasan, tetapi harus benar-benar dialami di lapangan. Ia juga menilai timnya sebetulnya memiliki peluang memperbesar keunggulan sejak babak pertama.
Laga Panas dan Rekor Baru di Panggung Dunia
Pertandingan tidak hanya menyajikan dominasi Meksiko, tetapi juga tensi tinggi yang berujung pada catatan unik dalam sejarah turnamen. Afrika Selatan harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain setelah dua pemain mereka menerima kartu merah.
Tekanan yang terus meningkat membuat permainan menjadi semakin keras hingga memasuki penghujung pertandingan. Di sisi lain, Meksiko juga kehilangan bek tengah César Montes akibat kartu merah pada masa tambahan waktu.
Total tiga kartu merah yang keluar menjadikan laga ini sebagai pertandingan pembuka Piala Dunia dengan jumlah pengusiran pemain terbanyak sepanjang sejarah. Statistik itu sekaligus menjadi yang tertinggi dalam satu pertandingan Piala Dunia sejak duel panas Portugal melawan Belanda pada edisi 2006.
Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, mengakui timnya menghadapi tantangan besar untuk menyesuaikan diri dengan level kompetisi tertinggi sepak bola dunia. Ia menekankan pentingnya evaluasi cepat agar tim mampu tampil lebih kompetitif pada pertandingan berikutnya.
Kemenangan ini membawa Meksiko memimpin klasemen sementara Grup A dan membuka peluang besar untuk membangun momentum positif. Di tengah ekspektasi publik yang begitu tinggi, awal yang solid menjadi fondasi penting bagi perjalanan mereka menuju fase berikutnya. (*)
Susunan Pemain:
Meksiko: Rangel; Reyes, Montes, Vasquez, Gallardo; Lira (Alvarez 76′), Fidalgo (Mora 66′), Gutierrez (Chavez 66′); Alvarado, Jimenez (Gonzalez 76′), Quinones (Vega 79′).
Afrika Selatan: Williams; Mudau, Sibisi, Okon, Mbokazi, Modiba (Appollis 77′); Mokoena, Shitole, Adams (Zwane 61′); Rayners (Makgopa 77′), Foster (Mbatha 56′).







