Ratusan ribu warga memadati Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran pada Ahad untuk mengikuti shalat jenazah akbar bagi Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian penghormatan nasional yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari di sejumlah kota di Iran hingga Irak.
Sejak dini hari, arus pelayat mulai berdatangan menuju lokasi dengan membawa bendera nasional Iran. Kehadiran masyarakat dari berbagai daerah menunjukkan besarnya perhatian terhadap prosesi penghormatan terakhir bagi sosok yang selama puluhan tahun memegang posisi tertinggi dalam sistem kepemimpinan Republik Islam Iran.
Dihadiri Presiden dan Tokoh Nasional
Shalat jenazah dipimpin ulama senior Syiah, Ayatollah Jafar Sobhani. Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian, jajaran petinggi militer, tokoh politik, serta para ulama dari berbagai wilayah.
Sebelumnya, rangkaian upacara pemakaman secara resmi telah dimulai pada Jumat (3/7/2026). Sejumlah kepala negara sahabat, delegasi resmi, serta perwakilan berbagai negara dan organisasi turut menyampaikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tertinggi Iran.
Rangkaian Prosesi Berlangsung di Beberapa Kota
Berdasarkan jadwal resmi, prosesi penghormatan publik akan berlanjut dengan iring iringan pemakaman utama di Teheran pada Senin (6/7/2026). Setelah itu, jenazah dijadwalkan dibawa ke Kota Qom pada 7 Juli untuk mengikuti agenda penghormatan berikutnya.
Rangkaian prosesi kemudian diteruskan ke Irak pada 8 Juli. Sejumlah agenda dijadwalkan berlangsung di Baghdad, Najaf, dan Karbala. Di kota kota tersebut, jenazah akan disambut para tokoh agama serta pejabat sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi pemakaman terakhir.
Puncak rangkaian penghormatan dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza, Kota Mashhad, Iran timur laut. Kompleks tersebut dikenal sebagai salah satu situs paling suci bagi umat Islam Syiah dan menjadi lokasi pemakaman terakhir Ali Khamenei.
Latar Belakang Peristiwa
Pemerintah Iran menyatakan Ali Khamenei meninggal dunia setelah serangan militer yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran. Menurut pemerintah Iran, operasi militer yang dimulai pada 28 Februari tersebut memicu respons balasan dari Teheran dan meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Prosesi pemakaman yang berlangsung bertahap di Iran dan Irak diperkirakan menjadi salah satu agenda kenegaraan terbesar yang diselenggarakan Iran tahun ini, sekaligus menarik perhatian masyarakat internasional di tengah dinamika geopolitik kawasan yang masih berkembang. (*)








