riview.id
  • HOME
  • Ri News
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Ri Eksplore
    • Budaya
    • Pariwisata
    • Kuliner
  • Ri Kreatif
  • Ri Life
  • RiView Talk
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO
No Result
View All Result
riview.id
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Sering Dianggap Lebih Sehat, Benarkah Kentang Lebih Aman daripada Nasi untuk Gula Darah?

redaksi riview by redaksi riview
8 Juli 2026 19:56
in Kesehatan
0
Sering Dianggap Lebih Sehat, Benarkah Kentang Lebih Aman daripada Nasi untuk Gula Darah?

Nasi dan kentang sama sama menjadi sumber karbohidrat, tetapi cara memasak, jenis, dan porsi konsumsi menentukan dampaknya terhadap kadar gula darah. (Foto: AI Generate)

0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang yang sedang menjaga kadar gula darah sering mengurangi nasi dan menggantinya dengan kentang. Namun, apakah langkah tersebut benar benar lebih sehat? Menurut ahli gizi, jawabannya bergantung pada berbagai faktor, mulai dari jenis bahan pangan, cara mengolah, hingga jumlah yang dikonsumsi dalam setiap porsi.

Baik nasi maupun kentang merupakan sumber karbohidrat yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Keduanya memiliki karakteristik berbeda dalam memengaruhi kadar gula darah sehingga tidak bisa langsung disimpulkan bahwa salah satunya selalu lebih baik.

Indeks Glikemik Bukan Satu Satunya Penentu

Dalam ilmu gizi, pengaruh makanan terhadap gula darah umumnya diukur menggunakan dua indikator, yaitu indeks glikemik (IG) dan beban glikemik (BG).

Indeks glikemik menggambarkan seberapa cepat karbohidrat di dalam makanan diubah menjadi glukosa setelah dikonsumsi. Semakin tinggi angkanya, semakin cepat pula gula darah meningkat. Sementara itu, beban glikemik memberikan gambaran yang lebih lengkap karena memperhitungkan jumlah karbohidrat dalam satu porsi makanan sehingga lebih mencerminkan dampak nyata saat dikonsumsi.

Kentang Lebih Cepat Meningkatkan Gula Darah

Ahli gizi Lauren Manaker menjelaskan bahwa kentang umumnya memiliki indeks glikemik lebih tinggi dibandingkan nasi. Artinya, gula darah dapat meningkat lebih cepat setelah mengonsumsi kentang.

Meski demikian, respons tersebut tidak selalu sama. Jenis kentang dan teknik pengolahan sangat memengaruhi hasil akhirnya. Kentang rebus umumnya memberikan respons yang lebih baik dibandingkan kentang tumbuk atau kentang panggang. Sementara itu, kentang dengan kandungan pati tinggi cenderung lebih cepat dicerna sehingga memicu lonjakan gula darah lebih besar.

Tidak Semua Nasi Memiliki Efek yang Sama

Jenis beras juga menentukan respons tubuh terhadap gula darah. Beras basmati yang memiliki kandungan amilosa lebih tinggi dicerna lebih lambat sehingga kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap.

Sebaliknya, beras melati maupun beras ketan mengandung amilopektin lebih tinggi sehingga lebih mudah dicerna dan memiliki indeks glikemik yang lebih besar. Selain itu, nasi yang dimasak terlalu lembek juga cenderung lebih cepat meningkatkan kadar gula darah dibandingkan nasi yang dimasak dengan tekstur lebih pulen.

Kentang Unggul dari Kandungan Nutrisi

Meski memiliki indeks glikemik lebih tinggi, kentang ternyata memiliki beban glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan nasi karena kandungan airnya lebih banyak. Dalam satu porsi yang sama, jumlah karbohidrat kentang umumnya lebih sedikit sehingga total kenaikan gula darah dapat lebih rendah.

Di sisi lain, kentang juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalium, vitamin C, vitamin A, serta serat yang lebih tinggi, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya. Kandungan tersebut memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Cara Mengonsumsi Lebih Penting daripada Memilih

Para ahli menegaskan bahwa menjaga gula darah bukan hanya soal memilih nasi atau kentang. Cara memasak, ukuran porsi, serta kombinasi makanan dalam satu kali makan justru memiliki pengaruh yang lebih besar.

Mengonsumsi karbohidrat bersama sumber protein, sayuran kaya serat, dan lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa. Selain itu, nasi maupun kentang yang telah dimasak kemudian didinginkan selama sekitar 12 jam sebelum dipanaskan kembali akan membentuk pati resisten. Jenis pati ini lebih sulit dicerna sehingga dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

Kesimpulannya, baik nasi maupun kentang tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Kunci utamanya terletak pada pemilihan jenis bahan, teknik pengolahan, ukuran porsi, serta keseimbangan menu yang dikonsumsi setiap hari. (*)

Tags: gula darah sehatindeks glikemik makanannasi vs kentang
Previous Post

Piala Wali Kota Mojokerto 2026 Diikuti 896 Atlet, Pemkot Bidik Sport Tourism dan Perputaran Ekonomi Daerah

Next Post

Festival Banjari Nasional Digelar Disidoarjo, Adela Kanasya Dorong Pelestarian Seni Budaya Islam

Next Post
edit post
Festival Banjari Nasional Digelar Disidoarjo, Adela Kanasya Dorong Pelestarian Seni Budaya Islam

Festival Banjari Nasional Digelar Disidoarjo, Adela Kanasya Dorong Pelestarian Seni Budaya Islam

edit post
Putusan MK Soal Sekolah Swasta Gratis Berlaku, DPRD Jatim Minta Regulasi Segera Disiapkan

Putusan MK Soal Sekolah Swasta Gratis Berlaku, DPRD Jatim Minta Regulasi Segera Disiapkan

8 Juli 2026 19:44
edit post
Lebih dari 132 Ribu Jemaah Indonesia Tiba di Tanah Suci, Operasional Haji Terus Dipantau

Lebih dari 132 Ribu Jemaah Indonesia Tiba di Tanah Suci, Operasional Haji Terus Dipantau

11 Mei 2026 08:00
edit post
Sudah Ada Sejak Abad ke-10, Pecel Jadi Kuliner Legendaris Nusantara

Sudah Ada Sejak Abad ke-10, Pecel Jadi Kuliner Legendaris Nusantara

11 Mei 2026 03:27
edit post
Gubernur Khofifah saat membuka Musda IX periode 2026-2031 DPD Organda Jatim di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (12/5/2026). (Foto: Dok.Humas Pemprov Jatim)

Gubernur Khofifah Ajak Organda Perkuat Transportasi untuk Kedaulatan Pangan

13 Mei 2026 07:54
edit post
Candi Ijo, Hidden Gem Yogyakarta dengan Sunset dan Sejarah Memukau

Candi Ijo, Hidden Gem Yogyakarta dengan Sunset dan Sejarah Memukau

16 Mei 2026 17:09
edit post
Meksiko membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga penuh drama dan catatan bersejarah.

Stadion Azteca Bergemuruh, Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan

12 Juni 2026 08:25
edit post
Indonesia Perkuat Perlindungan Anak di Dunia Digital, Platform Diminta Deteksi Usia Lebih Akurat

Indonesia Perkuat Perlindungan Anak di Dunia Digital, Platform Diminta Deteksi Usia Lebih Akurat

5 Juli 2026 20:00

ORADO Jatim Apresiasi Turnamen Domino Jurnalis Pertama Kali Digelar DI Surabaya

25 Agustus 2026 21:26

Bank Jatim Tingkatkan Layanan Digital ASN, Sinergi dengan BKD se Jawa Timur Makin Kuat

8 Juli 2026 19:31

Tangis Tak Terlihat, Ronaldo Akhiri Kiprah Enam Piala Dunia Bersama Portugal

7 Juli 2026 17:25

HGI dan Polda Sumbar Ingatkan Bahaya Pola Digital Tak Sehat

13 Mei 2026 09:35

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa

16 Mei 2026 16:33

Domino Resmi Jadi Cabang Olahraga Nasional, ORADO Jatim Sambut Era Baru Prestasi

21 Mei 2026 19:43

Jepang Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia Hadapi Maraknya Situs Manga Bajakan

5 Juli 2026 20:15

Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Senior Nasional

22 Mei 2026 21:45

Meksiko Siap Ukir Sejarah Kontra Inggris, Javier Aguirre Bidik Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026

5 Juli 2026 15:51
riview.id

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi

Pilihan

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang RiView.id

Media Sosial

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKBIS
  • EDUKASI
  • KESEHATAN
  • OLAHRAGA
  • OTOMOTIF
  • INSPIRASI
  • EVENT
  • UMKM
  • EDITORIAL
  • TEKNO & SAINS
  • E-Sport & Gaming
  • PENDIDIKAN
  • LIFESTYLE
  • FOTO

© 2026 RiView.id - Perspektif-Aktual-Inspirasi